Powered By Blogger

Selasa, 07 April 2009

kisah inspirasi I


kejadian ini belum lama aku alami bersama seorang teman, yg membuat ku merasa punya satu pegangan kuat dalam hati saat hidup bersama orang di sekeliling dimana ku berada!!
simak cerita berikut ini!

pagi-pagi sekali ku berangkat menuju ke sekolah, karena ini hari Sabtu, jadwal piket ku di kelas. Udara masih sangat sejuk langit biru bersih dan sepi tentunya, begitu masuk ke lingkungan sekolah ku jumpai seorang teman yang sudah lama ku kenal yang nampaknya sedang duduk merenung dan menunggu sesuatu. Ku mulai menyapanya.

“Lagi apa kamu?”

“Menunggu” jawabnya singkat.

Spontan aku melihat sekitarku, memastikan ada mahluk, benda atau apapun yang
mendekat yang layak untuk ditunggu.

“kamu nungguin apa?”

“Gak tahu” jawabnya singkat lagi.

“Maksud kamu?“. Rasanya aneh menunggu sesuatu yang kita tidak tahu apa bentuk
atau wujudnya. Kalau menunggu sesuatu yang datang tapi terlambat masih wajar,
tapi ini…

“aku ngerasa aku harus nunggu sekarang. Tapi aku juga gak tahu kenapa aku harus
nunggu, siapa yang aku tunggu dan sampai kapan aku bakal nunggu“.

Bumi memang sedang mengalami pemanasan global, tapi sepertinya otak teman baikku
ini sudah terlebih dahulu mengalami pemanasan global.

“Ok…” sahutku berusaha untuk mencerna alasannya. Mungkin ada alasan waras
tingkat tinggi yang tidak terjamah oleh otakku yang daya cernanya kurang.

“Salah ya?. kamu gak bisa buktiin kamu salah kan? Dan kamu juga gak bisa buktiin
aku benar. Ya kan?. Jadi menurut aku apa yang aku musti lakuin?”

“Percaya” jawabku

“Yak! Itu yang aku lakuin. aku cuma bisa percaya bahwa yang aku lakuin benar.
Kalopun salah … ya anggap aja aku melakukan salah satu hal bodoh lainnya. Toh
aku gak mengganggu hidup orang lain dan aku juga gak menyebarkan aliran sesat…hehehehe”

“Hehehhe.. gebleg!“.

Tapi ia benar, kalau saja ada dukun yang bisa menerawang dan memberi jawaban,
mungkin dia takkan melakukan hal bodoh ini. Tapi masalahnya kita tak tahu
jawabannya. Satu-satunya jalan adalah menjalani apa yang kita percayai saat ini
dan mencoba mencari jawabannya sendiri. Seperti sebuah pembelajaran spritual.
Dan juga, toh hidup itu sendiri adalah tentang menunggu. Apa salahnya menunggu
lagi walaupun itu terdengar bodoh.

“Terus kamu ngapain masih disini?” tanyanya padaku dengan pandangan penuh selidik.

“Menunggu”

“kamu nunggu siapa?”

“kamuuuu…”

“Ngapain?”

“Itu gunanya teman bro, ada yang diajak melakukan hal-hal bodoh yang gak masuk
akal kayak gini. Hahahahha”

“Hahahhahah…” kami tertawa berbarengan.

***

Dan kalian sedang menunggu siapa?

Now I was sitting waiting wishing
That you believed in superstitions
Then maybe you’d see the signs
But Lord knows that this world is cruel
And I ain’t the Lord, no I’m just a fool

1 komentar: